🌲The 4th Green Concrete Competition🌲

 



 

➽ LATAR BELAKANG :

          Berada di daerah Ring Of Fire atau biasa disebut cincin api, menjadikan Indonesia sering terjadi peristiwa gempa bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Indonesia dapat terjadi guncangan sebanyak 4.500 kali dalam setahun. Dengan kondisi tersebut, berdampak pula terhadap perkembangan konstruksi di Indonesia. Mengurangi beban sendiri pada bangunan merupakan salah satu upaya dalam mengantisipasi dampak dari terjadinya gempa bumi. Salah satu metode untuk mengurangi beban konstruksi bangunan ialah dengan mengaplikasikan beton ringan pada komponen bangunan.

          Beton ringan merupakan beton yang memiliki berat jenis yang lebih ringan dibandingkan beton pada umumnya. Beton ringan dibagi atas 3 (tiga) tipe berdasarkan kepadatan dan kekuatannya, yaitu beton ringan insulasi, beton ringan dengan kekuatan sedang, dan beton ringan struktural. Beton insulasi, memiliki berat isi antara 300 kg/m³ – 800 kg/m³ dan memiliki kuat tekan berkisar 0,69 – 6,89 MPa. Beton ringan dengan kekuatan sedang memiliki berat isi antara 800 kg/m³ – 1440 kg/m³ dan memiliki kuat tekan berkisar 6,89 – 17,24 MPa. Beton ringan struktural memiliki berat antara 1440 kg/m³ – 1850 kg/m³ dan memiliki kuat tekan lebih dari 17,24 MPa.

          Beton ringan memiliki berat jenis agregat yang lebih ringan dibandingkan beton konvensional. Saat ini sudah banyak inovasi yang dilakukan pada material penyusun beton ringan, contohnya campuran beton ringan material wall/flooring dengan pemanfaatan limbah kulit kopi, jerami, dan flyash dengan menggunakan limbah kulit kopi dan jerami dapat menggantikan peran agregat. Selain itu terdapat juga campuran beton ringan dengan penggunaan styrofoam sebagai material tambahan penyusun beton ringan.

          Beton ringan memiliki kelemahan yang disebabkan oleh beratnya yang ringan dan kuat tekan yang tergolong rendah. Dikarenakan kuat tekannya yang sangat rendah, beton ringan tidak dapat diaplikasikan sebagai komponen struktur utama pada bangunan. Pada umumnya, beton ringan digunakan pada komponen non-struktural seperti kolom praktis, dinding, dan beberapa bagian non struktural utama lainnya pada bangunan.

          Seiring berjalannya waktu, perkembangan di bidang konstruksi menuntut kita untuk dapat mengoptimalkan waktu dan berinovasi lebih lanjut dalam melaksanakan pembangunan konstruksi di era Revolusi Industri 4.0. Pemanfaatan material pengganti yang ramah lingkungan diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan lingkungan saat ini. Inovasi dalam pembuatan beton yang memiliki nilai tepat mutu, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam bidang konstruksi sangat diperlukan. Oleh karna itu, The 4th Green Concrete Competition dalam serangkaian acara Civil Days 2019 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kompetisi beton yang mengusung tema “Inovasi beton ringan struktural ramah lingkungan”

 

TEMA:

Inovasi Beton Ringan Struktural Ramah Lingkungan

⏰ TIMELINE :

    • 27 April – 29 Juni 2019 : Pendaftaran + pembayaran + pengiriman proposal
    • 15 Juli 2019 : Pengumuman finalis
    • 26 Juli 2019 : Batas konfirmasi finalis
    • 15 – 26 Juli 2019 : Pembayaran biaya finalis
    • 26 Juli 2019 : Pemberian Kerangka Acuan Lomba (KAL)
    • 27 Juli 2019 : Pembuatan benda uji
    • 27 Juli 2019 : Batas pengiriman video
    • 23 Agustus 2019 : Technical Meeting (TM)
    • 24 Agustus 2019 : Pengujian benda uji + presentasi

✍ PENDAFTARAN :

    1. Pendaftaran peserta dilaksanakan mulai tanggal 27 April – 29 Juni 2019 disini.
    2. Persyaratan dokumen yang harus dilengkapi dan dikirimkan:
      • a. Scan kartu mahasiswa.
        b. Scan Kartu Tanda Penduduk.
        c. Scan surat keterangan mahasiswa aktif.
        d. Scan bukti pembayaran.
        e. Pas foto 3 x 4 dengan menggunakan almamater universitas (tiap
        anggota tim)
        f. Proposal karya
        g. Scan surat persetujuan dosen pembimbing
    3. Semua syarat pendaftaran seperti scan kartu mahasiswa setiap anggota
      dalam tim, scan kartu tanda penduduk setiap anggota dalam tim, scan
      surat keterangan mahasiswa aktif yang didapat dari kampus masingmasing, scan bukti pembayaran, dan pas foto berukuran 3 x 4 setiap anggota tim, dijadikan dalam satu file dengan format .rar dan nama file GCC_2019_Nama Tim_Asal Universitas serta dikirimkan ke alamatemail : civildays.ft@um.ac.id
    4. Prosedur pengumpulan proposal:
      • Peserta menyerahkan proposal kepada panitia berupa (softcopy dan hardcopy) yaitu mulai pada tanggal 27 April – 29 Juni 2019..
      • File proposal (softcopy) dikirimkan kepada panitia melalui email: civildays.ft@um.ac.id dengan subjek email: Nama Tim_Nama
        Beton_Nama Ketua Tim_Nama Perguruan Tinggi (Lengkap)
      • Peserta wajib menyerahkan atau mengirimkan berkas proposal versi cetak (hardcopy) sebanyak 4 eksemplar.
      • Berkas hardcopy dikirimkan wajib melalui Pos Indonesia dan diterima paling lambat tanggal 29 Juni 2019 (cap pos), dengan format sesuai yang tertera pada Term of Reference (TOR).‫
    5. Peserta wajib melakukan konfirmasi ke Contact Person (CP) dengan format GCC_2019_Nama Tim_Asal Perguruan Tinggi jika sudah mengirimkan proposal melalui email: civildays.ft@um.ac.id paling lambat tanggal 29 Juni
      2019..
    6. Panitia akan mengkonfirmasi peserta yang telah melakukan pendaftaran dan pengiriman proposal sesuai dengan ketentuan berupa nomor pendaftaran yang akan dikirim melalui email balasan.

✨ HADIAH :

      1. Juara 1 : Rp. 5.000.000,- + trofi + sertifikat juara
      2. Juara 2 : Rp. 3.000.000,- + trofi + sertifikat juara
      3. Juara 3 : Rp. 2.000.000,- + trofi + sertifikat juara
      4. Juara Favorit, mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 500.000,- trofi, dan sertifikat juara
      5. Seluruh peserta yang mengikuti The 4rd Green Concrete Competition akan mendapat e-sertifikat.

📞 CONTACT PERSON :

  • Wahyu :  08152804534
    Nova :  083834457623

 

Kembali